CARA BERKAH HIDUP MELIMPAH

0
469

LAZISMUJATENG.ORG – Geliat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Semarang semakin terasa. Hari Minggu (18/2) bertempat di rumah makan Soto Sedeep Banyumanik, delapan puluh lima orang pelaku UMKM menghadiri pelatihan kewirausahaan dengan tajuk “Cara Berkah Hidup Melimpah.” Acara di selenggarakan oleh LAZISMU Kota Semarang Kantor Layanan Banyumanik bersama BPR Syariah Asaba, menghadirkan dua nara sumber dosen dan motivator dari UNNES , Rohani, SPd, MA, dan wirausahawan Raja Keripik Semarang, Nur Sodiq SE.

Dalam paparannya, Rohani yang juga pembina Lembaga Pendidikan Kampung Inggris, Semarang menyampaikan bahwa dalam mencapai hidup melimpah dengan cara yang berkah ada beberapa tahapan yang harus dilakukan, yakni meluruskan keyakinan, menata diri, melakukan usaha bumi, dan melakukan usaha langit. Keyakinan yang keliru bisa mengakibatkan orang tidak bersemangat dalam menjalankan usaha. Misalnya, orang yang meyakini bahwa menjadi miskin atau kaya itu tergantung dari garis keturunan, dia cenderung akan lemah dalam berusaha. Keyakinan semacam itu harus diluruskan. Menata diri adalah membangun sifat yang baik. Salah satu sifat baik yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan adalah sifat bisa dipercaya. Usaha bumi adalah tindakan profesional yang mendatangkan manfaat bagi customer. Usaha langit adalah perbuatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT Yang Maha Pemberi Rizqi.

Sementara itu Nur Sodiq menguraikan perjuangannya membangun bisnis di bidang makanan ringan dari nol. Di balik keberhasilan yang terlihat, banyak suka duka yang harus di lewati. Mendatangkan bahan, memproduksi, memasarkan, mendistribusikan, harus di lakukan semuanya pada awalnya. Dalam perjalanan waktu ia berhasil menjadi pemasok keripik terpercaya di salah satu koperasi institusi militer. Ia mendapat kehormatan di undang saat RAT koperasi tersebut. Pimpinan koperasi menyerahkan surat kepada Cak Nur, sapaan akrab dia, “Titip surat undangan RAT untuk bosmu mas,” katanya tanpa menyadari kalau bos yang di maksud adalah orang yang dia titipi surat itu. Itulah wujud pelayanan total yang di contohkan oleh cak Nur, sehingga pelanggan pun tidak sempat mengenali pribadi dia.

Para peserta nampak antusias mengikuti acara sampai paripurna. Heru Rusdiana, seorang wirausahawan warung makan dari Pudak Payung mengungkapkan kesannya, “Saya termotivasi untuk memperbaharui dan membenahi sistem manajemen dan cara kerja warung makan saya.”

Salah satu kiat yang di berikan cak Nur, usaha adalah melatih kesabaran. Banyak pengusaha pemula yang bimbang menghadapi permasalahan, seperti yang pernah dia hadapi di masa lalu. Kunci suksesnya adalah kesabaran, tidak goyah karena rintangan, terus bersemangat dan tidak berhenti belajar. Cak Nur menyadari hal tu tidak mudah bagi pemula, untuk itu dia bersama wirausahawan muslim di Semarang giat membantu pelaku UMKM untuk maju melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan, bersama LAZISMU & Asaba. (Hamz)