Radio Streaming Sebagai Media Dakwah Alternatif

0
428

LAZISMUJATENG. ORG – Masih sering ditanyakan oleh jamaah bagaimana pelaksanaan shalat tarawih pada masa rasulullah. Berdasarkan beberapa hadits, Rosululloh pada malam di bulan Ramadhan melaksanakan shalat qiyamullail, yang dilaksanakan pada tengah malam, dengan bacaan surat-surat yang panjang, ruku yang lama, duduk yang lama, dan sujud juga lama.

Demikian disampaikan oleh ustad Hasan As’ari Ulamai, saat menyampaikan tausiyah pada pengajian Ahad pagi yang diselenggarakan oleh Majelis Tabligh PDM Kota Semarang, (27/05/18) di masjid At-Taqwa, Jl. Wonodri Baru Semarang.

Pada kesempatan tersebut Lazismu memperkenalkan kepada jamaah pengajian Ahad pagi, satu media dakwah alternatif untuk menambah syiar dakwah Islam di lingkup PDM Kota Semarang, yaitu radio streaming.

Diselenggarakan oleh Lazismu dengan nama ZAIRADIO, singkatan dari Zakat & Filantropi Radio.
Sebagai media dakwah yang baru, Zairadio berusaha memperkenalkan kepada jamaah, kali ini dengan menggunakan pola pengambilan materi off air, yaitu dengan merekam materi siar untuk ditayangkan di lain waktu. Keuntungan dari pola ini adalah materi siar bisa diedit sebelum disiarkan, dan materi bisa disiarkan berulang. Kalau ada kalimat tidak sesuai dengan thema inti bisa dihapus, sehingga bisa menjaga materi siar tetap fokus.

Guna mengembangkan pola dakwah yang selama ini masih terbatas, perlu dilakukan sosialisasi kepada pemateri maupun kepada pendengar. Bagi pendengar cukup dengan mengetahui alamat websitenya yaitu http://www.zairadio.com dan mengaksesnya menggunakan browser internet di smartphone. Pembawa materi juga perlu memahami adanya kode etik penyiaran publik, agar tidak menimbulkan permasalahan.

Ketua majelis Tabligh, Moh. Zaenuri menyambut gembira adanya media alternatif tersebut dan mengatakan sudah saatnya para muballigh memanfaatkan media dakwah yang kekinian dan bisa menjangkau jamaah tidak dibatasi oleh kehadiran. (cak San)