Langkah Kongkrit Siapkan Amil Profesional, Lazismu Soloraya Adakan Pembekalan Untuk Amil

0
325

Lazismujawateng.org, Soloraya – Sebagai bentuk langkah kongkrit untuk menjadikan Amil yang handal dan profesional, Lazismu se-Soloraya mengadakan rekrutmen bersama staf fundraising dilanjutkan pembekalan pada hari Selasa, 15 Februari 2022. Para Amil tersebut akan ditempatkan di Lazismu Daerah se-Soloraya.

Kegiatan tersebut bertempat di Kantor Lazismu Sragen, Widoro RT 37 Sragen Wetan, yang diikuti oleh 6 Amil yang nantinya akan ditempatkan di eks- Karesidenan Soloraya dan dipandu oleh Ronny Megas Sukarno selaku Manajer Lazismu Sragen dan Adam Yoga Prasetya selaku Kepala Divisi Fundraising Lazismu Sragen.

Rangkaian Kegiatan meliputi teori dan praktek lapangan dengan metode door to door. Dalam kegiatan tersebut Ronny Megas Sukarno memberikan pembekalan Maindset menjadi Amil, kebanggaan jadi Amil dan Teknik komunikasi Efektif Fundraising. Adam Yoga Prasetio yang juga menjadi pemandu kegiatan memberikan pengarahan kepada para Amilin yang terjun langsung ke lapangan agar hal-hal yang semestinya dilakukan oleh para Amil dipahami dan dapat diimplementasikan ketika mereka sudah ditempatkan di berbagai daerah yang ada di eks Karesidenan Soloraya.

Dalam kegiatan pembekalan Ronny Megas Sukarno yang merupakan Manajer Lazismu Sragen sekaligus pendamping pembekalan Amilin juga menyampaikan, “Kekuatan utama Lazismu Daerah saat ini adalah retail. Maka dari itu fundraiser harus memiliki bekal yang memadai untuk bisa menyadarkan calon donatur. Pembekalan ini harapannya bisa menyiapkan Amil profesional serta handal yang bisa ditempatkan di Soloraya”, tuturnya.

Dengan adanya pembekalan Amil tersebut harapannya akan menjadi langkah yang statregis dan kongkrit agar para Amil memiliki bekal sebelum nantinya akan diterjunkan di Daerah Soloraya. Bekal tersebut tidak hanya Ilmu atau teori-teori yang ranahnya mengenai Filantropi akan tetapi Teknik Komunikasi, Mental juga diberikan dalam pelatihan.

Karena menjadi Amil itu tantanganya luar biasa, harus dekat dengan donatur, harus menguasai medan atau lingkungan dan haru bisa memenuhi kebutuhan para Muzzaki dan mustahik. (Syem)