Lazismu Batang Dan Puskesmas Bawang Komitmen Berantas TB MDR

1
828
lazismu batang

BATANG – Lazismu Batang melalui Kantor Layanan Bawang dan Puskesmas Bawang bekerja sama dalam membantu pasien TB-MDR (Multi Drug Resistant). Utamanya bantuan yang disalurkan berupa asupan nutrisi bagi penderita TB MDR yang di berikan setiap 2 Minggu sekali secara rutin bagi keluarga yang secara ekonomi tidak mampu. 

Hal ini perlu karena masih banyak penderita TB-MDR yang kekurangan nutrisi karena tingginya harga kebutuhan pokok makanan. 

Sementara proses pengobatan harus di imbangi dengan konsumsi nutrisi yang cukup mengingat obat yang di minum memiliki efek samping yang cukup berat setiap harinya,
Salah satu pasien yang mendapat bantuan adalah Bapak Zaeni. 

Beliau adalah pasien TB-MDR yang rutin berobat di Puskesmas Bawang. Kondisinya memprihatinkan, tinggal bersama istri dan anaknya yang masih sekolah, dan merupakan tulang punggung keluarga. 

Kepala Kantor Layanan Lazismu Bawang Yugaro May Arisandhe mengatakan pemberian nutrisi ini untuk meringankan beban keluarga dan wujud aksi nyata Lazismu dalam memberantas TB.
“Proses penyembuhan pasien TB MDR ini kan tidak hanya obat namun juga perlu asupan nutrisi, jadi kami bantu untuk pemenuhan nutrisinya. ” ujar Sandhe

Dalam pemberian asupan nutrisi ini Lazismu Batang bekerjasama dengan Puskesmas Bawang.
“kalau mau ketemu dengan pasien TB ini kan perlu prosedur khusus agar bisa meminimalisir penyebaran, jadi kita bekerjasama dengan Puskesmas Bawang, nantinya petugas puskesmas yang memberikan asupan nutrisinya ke Bapak Zaeni secara langsung” Terang Sandhe

Tak hanya pemberian nutrisi namun Lazismu Batang juga menyediakan mobil layanan untuk kontrol kesehatanya sebulan sekali di RSU Budi Rahayu Pekalongan. 

Yoman Hanif Satria SH, selaku PS (Patient supporter) TB Care Aisyiyah mengatakan bahwa pasien pengobatan TB MDR membutuhkan waktu pengobatan 2 tahun. 
“TB MDR ini membutuhkan waktu pengobatan 2 tahun dimana mengharuskan pasien mnum obat setiap hari total 20 butir obat, dan juga mengharuskan di suntik setiap hari selama 8 bulan, obat MDR ini menimbulkan bnyak efek samping pada pasien, menjadikan pasien lemas dan tidak bisa beraktifitas.” Jelas.

BACA JUGA :   Bantuan Pembanguna bagi TPQ Darussalam Pekuncen

Sumber : Instagram Lazismu Batang

1 KOMENTAR

Comments are closed.