Penderita Pengapuran Tulang Selama 20 Tahun dibawa Lazismu Sragen ke Rumah Sakit

0
1443

LAZISMUJATENG.ORGSragen – Senin (14/08/2017) Lazismu Sragen mengunjungi Koko Krisyanto (30) pria yang hidupnya tinggal berdua bersama ayahnya Hasan (55) yang bekerja sebagai sopir truk sedangkan ibunya telah meninggal karena sakit. Koko mengidap penyakit pengapuran tulang sejak 20 tahun yang lalu tepatnya sejak ia duduk di bangku SMP. Saat ini Koko menempati kost bersama ayahnya di Perumahan Purwosuman Asri RT 7, Dukuh Banjar, Kel. Purwosuman, Kec. Sidoharjo, Sragen. Karena pekerjaan Ayahnya sopir truk, sehingga Koko terkadang harus mengurus dirinya sendiri ketika bapaknya keluar kota.

Kondisi Koko saat ini sangat memprihatinkan, pasalnya penyakit pengapuran tulang yang diderita selama 20 tahun saat ini menimbulkan bau tidak sedap dan beberapa luka dibagian tangan, kaki, lutut bahkan dibagian tulang jari muncul benjolan dan bernanah. Sejak setahun yang lalu, Koko sudah tidak bisa berjalan lagi.

Sakit yang dialaminya berawal dari jatuh yang pernah dialaminya yang mengakibatkan muncul benjolan-benjolan kecil disekitar tubuh kemudian dilakukan tindakan operasi. “Awalnya, saat SMP dulu saya pernah jatuh kemudian muncul benjolan disekitar tubuh” ujar Koko saat ditemui oleh tim Lazismu Sragen.

Kunjungan kedua Lazismu bersama tim relawan Muhammadiyah untuk membawa Koko ke RS PKU Muhammadiyah Sragen untuk menjalani proses penanganan intensif pada Selasa 15 Agustus 2017. Dokter yang menangani Koko menyarankan untuk melakukan rawat jalan selama beberapa bulan kedepan untuk membersihkan luka yang ada di tubuh Koko. “Untuk penanganan selanjutnya, silahkan pasien melakukan rawat jalan, waktu kontrol 5 hari sekali, setelah itu kita akan lihat kondisi selanjutnya apakah perlu dilakukan tindakan operasi” ujar dokter yang menangani Koko.

Lazismu Sragen akan mendampingi kontrol pemeriksaan Koko selanjutnya. “Kami akan mendampingi dan membiayai perawatan Koko, semoga ada perubahan setelah menjalani pengobatan di RS PKU Muhammadiyah Sragen” ujar Ronny Megas selaku manager Program Lazismu Sragen. Setelah melakukan pemeriksaan di RS, Koko kemudian dibawa pulang ke kostnya didampingi ayahnya.

Diakhir kunjungan, Lazismu Sragen memberikan bantuan uang tunai kepada Koko sebagai tambahan untuk biaya kehidupan sehari-hari Koko bersama ayahnya.