Pertahankan Semangat Veteran Perang, Lazismu Kota Semarang Gelar Dialog

0
375
lazismu kota semarang

SEMARANG – Masihkah generasi muda meneladani semangat pejuang kemerdekaan? Dalam rangkaian kegiatan peringatan hari kemerdekaan Indonesia Lazismu Kota Semarang melaksanakan kegiatan dialog terbuka dengan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), organisasi para pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, Rabu (2/9/20). Komunikasi antar generasi diyakini perlu dilestarikan oleh generasi muda Muhammadiyah. Oleh karenanya Lazismu menggandeng Pemuda Muhammadiyah menggelar acara dialog bersama LVRI di kantor LVRI DPD Jateng di jl. HOS Cokroaminoto, Semarang.

“Mungkin generasi sekarang tidak akan merasakan kenikmatan hidup seperti sekarang ini tanpa perjuangan para veteran perang di masa itu,” demikian dikatakan Sekretaris Lazismu Kota Semarang, Marhaeni. Silaturrahmi dilaksanakan untuk menemukan titik hubung antar generasi. Para pejuang dengan segala keterbatasannya melaksanakan tugas membela tanah air dari ancaman penjajah, hingga rela menyerahkan jiwa dan raganya. Generasi sekarang berhutang budi banyak, dan selayaknya memberikan apresiasi atas perjuangan para veteran perang.

Misi organisasi LVRI adalah mewariskan nilai-nilai, jiwa dan semangat juang kepada generasi penerus.
“Kemerdekaan dan kedaulatan negara didapatkan dengan proses perjuangan yang panjang, dengan pengorbanan harta, jiwa dan raga,” ungkap Ketua LVRI DPD Jateng, Kol. Purn. Amin Munajat.

Pejuang yang mempertahankan kemerdekaan dikategorikan dalam 4 kelompok, yaitu pejuang antara tahun 1945 sampai dengan 1949, pejuang pembela kemerdekaan trikora, pejuang dwikora, pejuang seroja saat operasi keamanan di Timor Timur, ditambah pejuang perdamaian internasional.

“Pada kenyataannya tidak semua pejuang merasakan kehidupan kemerdekaan yang manis, sebagian mereka masih menempati rumah yang belum layak, kondisi ekonominya kurang baik, sementara fisiknya sudah semakin melemah,” demikian Amin menyampaikan.

Sudah selayaknya pemuda mengikuti jejak langkah para pejuang. Nilai-nilai semangat juang, rasa cinta tanah air dan kerelaan mengutamakan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi perlu di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ketua Pemuda Muhammadiyah, Suharno menghimbau pemuda agar tetap menjaga kedekatan dengan generasi sebelumnya, dengan cara menjalin silaturrahmi secara intensif.

“Saya sempat mengunjungi rumah seorang veteran, Sanjoto, yang tinggal di jalan Blimbing, Semarang. Saat ini umurnya 90 tahun. Dia adalah saksi sejarah betapa beratnya perjuangan mempertahankan kemerdekaan kala itu. Sanjoto bertugas mengawal gerilya panglima jenderal Sudirman,” ujar Suharno.

“Saya berperan sebagai penunjuk jalan, mengamankan jenderal Sudirman yang saat itu terpaksa di tandu karena sakit, namun tetap memimpin perang gerilya di daerah Wonogiri hingga Ponorogo,” demikian Suharno menirukan kisah Sanjoto. Sanjoto juga masih ingat betul aksi heroik ketika regu pasukannya menyergap konvoi 10 mobil tentara Belanda yang mengangkut persenjataan, logistik dan pasukan di sekitar perbatasan Wonogiri dengan Sukoharjo. Kemenangan yang membanggakan saat regu kecil pasukannya beberapa kali melumpuhkan konvoi tentara Belanda, dengan cara perang gerilya.

Kebanggaan prestasi Sanjoto ternyata tidak sinkron dengan kondisi ekonominya sekarang. Rumah sederhana yang dia tempati, kondisinya kurang layak. Dinding temboknya sudah rapuh, rangka kayunya sudah lapuk, kalau hujan datang atapnya bocor. Karena kebesaran hatinyalah yang membuat dia tidak mengeluh. Dia menjalani hari-hari tuanya bersama sang isteri yang setia mendampinginya. Tidak lupa Sanjoto berpesan kepada generasi muda agar selalu kreatif di segala bidang. “Generasi muda tidak boleh ragu-ragu, dan selalu kobarkan semangat mengisi kemerdekaan.” tuturnya. (Has)

BACA JUGA : Mahasiswa Unsoed Purwokerto Terima Beasiswa Sang Surya dari Lazismu Batang

Sumber : lazismu.org