Suritauladan Pak AR

0
83

Aris Setiawan (Staf Driver Divisi Sumber Daya Amil Lazismu Jawa Tengah)

LAZISMUJATENG.ORG, SEMARANG – Mungkin pada zaman sekarang ini, sudah menjadi langka, seorang pemimpin seperti pak AR, dalam cara memimpin sebuah organisasi. Banyak para pemimpin zaman sekarang ini yang haus akan jabatan, haus akan sanjungan, dan haus akan kekayaan. Selayaknya kita harus mencontoh apa yang telah dilakukan oleh pak AR. Dimasa kepemimpinannya, sosok pak AR adalah pemimpin yang sangat luar biasa, karena sifat Beliau yang lemah lembut, sabar dan tak pernah membeda-bedakan tentang kasta pada setiap bawahannya.

Saya salut dengan sifat pak AR yang dapat menahan emosi dan selalu berbaik sangka kepada semua orang yang ditemuinya. Pembawaan diri Beliau inilah yang dapat saya ambil contoh untuk saya terapkan di kehidupan saya. Karena terkadang kita sebagai manusia, masih terbawa hawa nafsu dan emosi sesaat dalam kehidupannya.

Lalu yang bikin saya salut dan acungkan jempol untuk pak AR adalah, Beliau sebagai seorang pemimpin tidak pernah ingin untuk diistimewakan oleh jamaahnya. Kesederhanaan dan sifat rendah hati Beliau, memberikan kita contoh agar kebiasaan seperti itu harus kita terapkan dan kita tularkan didalam kehidupan kita.

Begitu banyak hal yang diajarkan dalam buku “Pak AR Santri Desa yang Memimpin Muhamadiyah” yang ditulis oleh Muhammad Faried Cahyono dan Abu Tsuban Habibullah yang saya baca ini tentang kehidupan pak AR. Selain Beliau yang sabar dan lemah lembut Beliau juga selalu istiqomah dalam menjalankan setiap ibadah-ibadah sholat, baik yang sunah maupun yang wajib. Begitu konsistennya Beliau dalam beragama terkadang membuat saya malu dengan kehidupan saya yang sekarang ini, masih banyak ibadah-ibadah sunah yang kadang bahkan sering saya tinggalkan secara sengaja.

Pak AR senantiasa mengajarkan dan memberikan contoh agama kepada anak-anaknya, dan pak AR di dalam lingkup keluarganya, adalah sosok yang tidak pernah marah dan berusaha mengendalikan marahnya sehingga membuat contoh kepada anak-anaknya dan sekaligus contoh juga untuk kita dalam mendidik dan membesarkan anak-anak kita.

Satu hal yang paling saya kagumi adalah sifat kepasrahan Beliau kepada Allah SWT mana kala ketika Beliau akan meninggalkan rumah lebih dari sehari semalam. Beliau mempunyai kebiasaan berpesan kepada sang istri dan anak-anaknya, “Aku arep lungo nang kene semene dino, kowe kabeh tak pasrahke Gusti Allah.” Kata-kata Beliau ini mengajarkan kita bahwa setiap yang kita punya, kita miliki, dan kita sayangi di dunia ini hanyalah semata-mata titipan dari Gusti Allah dan semua akan kembali kepada-Nya.

Sudah beberapa tahun pak AR wafat, tapi masih begitu banyak orang yang mengenangnya. Banyak orang yang rindu dengan sosok kepemimpinan Beliau, dimana orang rindu akan pemimpin yang jujur, sederhana, ikhlas, dan juga amanah.