Tingkatkan Kualitas Pelayanan Zakat Kepada Masyarakat Lazismu Kota Semarang Gelar Rapat Koordinasi Daerah

0
125

Lazismujateng.org, Kota Semarang – Sebagai bentuk ikhtiar untuk mencapai target penghimpunan donasi tahun 2022 Lazismu Kota Semarang pada hari Sabtu tanggal 29 Januari tahun 2022 menggelar Rapat Koordinasi Daerah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan zakat kepada masyarakat dan untuk menyamakan persepsi tata kelola Lazismu dengan penguatan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Turut hadir dalam kegiatan H. Fachrur Rozi selaku Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Semarang, Pengelola Lazismu Daerah Kota Semarang, baik jajaran Badan Pengurus, Badan Pengawas dan Eksekutif Lazismu Kota Semarang serta Kantor Layanan Lazismu daerah se-Kota Semarang.

Kegiatan berlangsung secara khidmat dan lancar, dibuka oleh H. Fachrur Rozi selaku Ketua Pimpinan Daerah Kota Semarang, dalam sambutan saat pembukaan Rakorda, Drs. H. Fachrur Rozi meminta agar dalam penyusunan SOP memperhatikan fleksibilitas sepanjang tidak menyimpang dari prinsip-prinsip yang harus dipedomani. “Kalau Standar Operasional Prosedur (SOP) sudah di bukukan lalu dibakukan ia berharap ada keseragaman gerak dan langkah dalam pengelolaan lazismu.

Ketua Pimpinan Muhammadiyah Kota Semarang juga berharap “target penghimpunan donasi tahun 2022 Lazismu Kota Semarang ditingkatkan minimal menjadi 10 Milyar rupiah dari target yang sudah disusun sebesar 6,5 Milyar rupiah, hal ini sangat mungkin dicapai jika koordinasi antara Lazismu kota semarang dengan kantor layanan dilakukan kolaborasi dan sinergi dengan baik, termasuk didalamnya tentang pengelolaan keuangan dengan sistem yang mengikuti petunjuk dari Lazismu Pimpinan Pusat, lazismu Wilayah dan Pemerintah”.

“Menurutnya sangat mungkin kedepan hanya ada satu atau dua rekening untuk seluruh Lazismu Kota Semarang dan semuanya dilakukan di Lazismu Kota Semarang, sehingga nanti kantor layanan akan menjadi semakin produktif dan masif dalam penghimpunan dan pelaksanaan program karena tidak direpotkan dengan pengelolaan keuangan, ungkapnya”.