Muhammadiyah Aid Distribusikan Ribuan Paket Makanan dan Alat Masak di Tengah Keterbatasan Keamanan

0
160

LAZISMUJATENG.ORG Bangladesh – Kabar gembira datang dari tim Muhammadiyah Aid yang berada di lokasi pengungsian muslim ronhingnya di Bangladesh. Berdasarkan pendekatan yang dilakukan para relawan aliansi kemanusiaan, akhirnya pemerintah setempat memberikan jaminan keamanan selama pelaksanaan tanggap darurat. Hanya saja dalam pendistriobusian bantuan masih terkendala soal kuota.

Direktur Utama Lazis Muhammadiyah Andar Nubowo mengatakan sebenarnya Muhamamdiyah Aids telah siap dengan kebutuhan logistik maupun perlengkapan lainnya yang dibutuhkan para pengungsi, kendalanya adalah pola pendistribusian bantuan karena yang mengatur pemerintah Bangladesh. Pola ini berkaitan denagn jatah kuota yang dapat dioberikan masing amsing oraginisasi aliansi kemanuasiaan.

“Pada awal penyaluran kita hanya diberikan kuota 50 ribu US Dolar untuk Indonesia, dari jumlah tersebut kemudian dibagi 11 oraganisasi yang bernaung dibawah aliansi kemanusiaan Indonesia sehingga masing maisng organisasi hanya menerima Rp. 78 juta, padahal sampai dengan kemarin (6/10/2017), Lazismu sudah menghimpun dana hingga Rp.17 milyar”,katanya.

Selanjutnya menurut Andar, setelah ada dukungan dari otoritas local Bangladesh dan intensitas penanganan pengungsi, jatah yang diterima Indonesia untuk disalurkan kepada para pengungsi semakin meningkat.

“Minggu Kemarin Muhamamdiyah Aid telah menyalurkan ribuan paket makanan dan alat masak dibeberapa camp pengunsian, di Teknaf 1800 paket, 1000 paket di Kutapalong , 700 paket di Balu Kali dan dibeberapa titik pengungsian lain masing masing 500 paket”,ucapnya.

Terkait penanganan medis, Muhamamdiyah Aids konsisten dengan melengkapi kebutuhan pos medis denagn melengkapi sarana MCK untuk para tim medis didekat pos. Untuk optimalisasi penanganan pengungsi selama masa tanggap darurat yang dikperkirakan sampai 6 bulan, Muhammadiyah Aid juga mulai melakukan pertemuan dengan juru bicara kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan di Myanmar (OCHA).

“Hasilnya saat ini koordinasi bantuan internasional baru mulai dirapikan dan setiap sektor diwajibkan membuat laporan melalui website”,ujarnya.

Andar menambahkan setelah mendapatkan jaminan keamanan dari pemerintah setempat, Tim Aliansi Kemanusiaan Muhammadiyah Aid yang terdiri dari Lazismu dan MDMC segera akan dilakukan rotasi atau pergantian tim setelah 15 hari bertugas. Hal ini dilakukan untuk tetap menjaga optimalitas dalam pelayanan kepada para pengungsi muslim Rohingnya. (Wawancara : Andar Nubowo Direktur LAZISMU)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here