Lazismu sebagai Roda Penggerak Pengembangan Cabang dan Ranting

0
331

LAZISMUJATENG.ORG – KOTA SEMARANG Lazismu sebagai Roda Penggerak Pengembangan Cabang dan Ranting, pernyataan ini disampaikan pada Workshop Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah) Kota Semarang yang di laksanakan tanggal 30-31 Desember 2017, di Gedung Transmigrasi Kota Semarang. Di ikuti oleh 95 orang peserta dari pleno PDM dan utusan cabang yang mewakili ranting atau calon ranting. Sekretaris PDM Kota Semarang, Prof. Budiyono menyampaikan, persyarikatan Muhammadiyah secara keseluruhan mempunyai 8.107 ranting (PRM), di bandingkan dengan jumlah desa yang 62.806, jumlah PRM sebesar 12% dari jumlah desa di Indonesia.


Walaupun populasi kecil, ternyata tidak dari sisi kiprahnya di masyarakat. Banyak masjid, sekolah, rumah sakit, klinik, panti asuhan, bahkan perguruan tinggi dan amal usaha yang lainnya. Keberadaan amal usaha ini, lahir dari aktifitas philantropi / kedermawanan dari seluruh anggota dan simpatisan. Kedermawanan telah menjadi budaya di masyarakat.
Dari data pengurus, sebagian besar berusia di atas 50 tahun, tentu ini menjadi masalah regenerasi. Sehingga menimbulkan kekhawatiran “Bagaimana masa depan Muhammadiyah?” Ini adalah tantangan yang harus di jawab dengan tindakan nyata. Dan workshop inilah jawabannya.
Ketua LPCR (Lembaga Pengembangan Cabang & Ranting), Drs. Hamzah Rifki, M.Si menyampaikan, keberadaan Muhammadiyah belum bisa menjangkau seluruh kelurahan yang berjumlah 177 di Kota Semarang. Inilah target pengembangan ranting di PDM Kota Semarang.

Pada hari ke dua workshop di lakukan studi lapangan ke PRM Pucanggading Demak, yang mempunyai amal usaha cukup banyak. Ada TK,SD,SMP,SMK, dan Panti Asuhan. Diharapkan agar peserta bisa mengetahui, & mendapatkan inspirasi dalam mengembangkan cabang atau rantingnya masing-masing.

Dia juga menegaskan agar di lakukan sinergi antar bagian, majelis & lembaga, untuk mencari solusi. Banyak permasalahan yang di hadapi perlu penyelesaian yang benar, untuk menjadikan mubaligh gratis misalnya, pendanaan kegiatan dan lain-lain.
Perlu di tumbuhkan rasa memiliki yang lebih kuat serta tindakan yang nyata, agar persyarikatan dan amal usahanya cepat berkembang. Apabila sakit berobatlah di RS Islam Muhammadiyah, anak mau sekolah ya di sekolah Muhammadiyah.
Salah satu kunci sukses mengembangkan cabang dan ranting adalah ketersediaan dana untuk menjalankan kegiatan. Dana ini berasal dari ZIS (zakat, infaq & shadaqah) yang harus di kelola dengan benar secara hukum dan syar’i, untuk itu di perlukan sinergi bersama Lazismu, pesan Hamzah menutup acara tersebut. (cak San)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here