RS ROEMANI PEDULI BANJIR

0
201

LAZISMUJATENG.ORG – Intensitas hujan di kota Semarang awal Februari ini terasa meningkat, terbukti sebagian wilayah kecamatan Genuk saat ini terendam banjir, khususnya RW 1 dan RW 2 Kelurahan Trimulyo, yang sejak tanggal 3 Februari sampai hari ini Sabtu (10/2/2018) masih terendam banjir. Kejadian ini membangkitkan kepedulian sosial bagi pimpinan RS Roemani, melalui aksi kepedulian sosial karyawan yang telah terbentuk.

Kepedulian sosial ini di wujudkan dengan pelayanan kesehatan gratis untuk masyarakat di kedua wilayah RW tersebut, di sertai dengan pembagian sembako sejumlah 175 paket, bagi warga yang kurang mampu. Sedangkan pelaksanaan di lapangan bekerjasama dengan Lazismu Kantor Layanan Genuk, PCM dan PCA Genuk. Di rencanakan juga akan di salurkan bantuan sejenis untuk korban banjir di Mangkang, Ngaliyan dalam minggu ini.

Pelaksanaan peduli sosial di RW 01 di tempatkan di sekolah diniyah yang lokasinya di tengah perkampungan. Sekolah ini pun sementara meliburkan anak didiknya karena banjir. Perjalanan menuju lokasi gedung sekolah harus melalui jalan kampung, yang lebarnya hanya cukup untuk satu mobil saja. Meski jalan sudah di urug dan di perkeras dengan paving, namun masih terendam banjir di beberapa ruas. Termasuk halaman sekolah pun masih terendam banjir.

Sejak pagi masyarakat sudah berdatangan ke lokasi pengobatan. Kebanyakan pasien yang datang menderita penyakit flu dan gatal-gatal akibat banjir yang menggenangi kampungnya selama sepekan ini. Sementara itu pembagian paket sembako di laksanakan sedikit lebih siang, setelah selesai pengobatan di laksanakan.

Ketua panitia aksi peduli sosial yang juga manajer SDI & Umum RS Roemani , M Syaifulloh mengatakan, kepedulian sosial ini perlu dibangun guna meringankan beban masyarakat yang sedang mengalami bencana banjir, dan dia juga berharap agar masyarakat mampu menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menyebabkan banjir.

Secara terpisah juga disampaikan bahwa RS Roemani saat ini sedang bersiap untuk menjadi Kantor Layanan Zakat di bawah koordinasi Lazismu Kota Semarang, hal ini penting untuk memberikan kepastian seluruh karyawan telah melaksanakan rukun Islam yaitu zakat. Yang di yakini bahwa dengan zakat ini akan membersihkan harta yang di dapat dan menjadikannya barokah. Hal ini sudah di bicarakan dengan perwakilan karyawan dan di respon positif.

Pelaksanaan zakat ini akan dipotong secara merata sejumlah 2,5 % dari pendapatan kotor semua karyawan. Bagi karyawan yang pendapatannya sudah mencapai nisob di kategorikan zakat maal, dan bagi yang belum mencapai nisob di kategorikan sebagai infaq. Namun untuk berbuat kebaikan tidak di batasi hanya 2,5% saja, lebih dari itupun boleh, demikian di uraikan oleh Syaifulloh. (cak San)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here