KEGEMBIRAAN MELAKSANAKAN QURBAN LAZISMU JATENG

0
16

Bukan kebetulan Lazismu Jateng menyatukan beberapa daerah dalam merayakan Qurban di tahun 1440 H ini. Digagas sejak akhir tahun lalu ketika sedang merencanakan beberapa kegiatan yang masuk dalam penilaian indicator kinerja Lazismu. Salah satunya adalah program qurban yang membutuhkan lokasi penyaluran  yang tepat sesuai kriteria 3T . Dengan beberapa pertimbangan jadilah kabupaten Semarang terpilih sebagai lokasi yang dianggap representative untuk kegiatan tersebut.

Berdasarkan pertimbangan PDM kab Semarang dipilihkan lokasi di kecamatan Getasan, guna memperkuat dakwah PCM Getasan yang baru diresmikan pada bulan Ramadhan lalu. Selanjutnya menjadi tugas Lazismu Jateng melaksanakan survey lokasi dimaksud dan melakukan kordinasi dengan PCM setempat. Dalam pertemuan itulah kemudian disusun beberapa rencana acara guna mendukung dakwah di lokasi tersebut. Jadilah satu rencana pengajian rutin yang harus dilaksanakan oleh PCM Getasan, disertai penggalangan dana melalui kantor layanan zakat yang mesti segera dibentuk menginduk ke Lazismu setempat, sesuai tingkatannya.

Acara qurban menjadi kegiatan awal dalam mendukung gerakan dakwah yang secara riil di lapangan mengharuskan PCM setempat untuk bergerak. Meskipun dengan segala keterbatasan, baik personil SDM, pengetahuan keorganisasian maupun dana pendukung kegiatan. Maka disinilah dibutuhkan kebersamaan beberapa daerah terdekat.

Tugas Lazismu Jateng selanjutnya mengikat kebersamaan beberapa daerah terdekat dengan kegiatan bersama yang saling menguntungkan. Untuk itu momen Qurban menjadi pilihan yang tepat, dengan melaksanakan acara penyembelihan hewan qurban di lokasi yang sudah diputuskan bersama. Acara pun disusun sesuai kesediaan masing-masing daerah pendukung. Sehingga diputuskan ada acara pembagian sembako, school kit, pengobatan, dan penggalangan bantuan renovasi tempat ibadah, disamping acara inti penyembelihan hewan qurban.

Dua ekor sapi qurban didapatkan oleh Lazismu Kota Semarang, Pengobatan gratis ditanggung oleh RS Roemani Muhammadiyah Semarang. Sedangkan pengadaan paket sembako dan scool kit ditanggung bersama beberapa daerah yang tergabung, yaitu Kab Semarang, Kota Salatiga dan Kab. Magelang.

Memeriahkan acara bakti social ini, Rainbow Cycling Club Semarang yang digerakkan oleh Toto Sugiyono, yang juga seorang ketua PCM Gajahmungkur Semarang.  Bersama sembilan orang anggotanya melaksanakan touring menuju lokasi dengan membawa sebuah paket bantuan untuk renovasi tempat ibadah di lokasi kegiatan. Rainbow Cycling Club sudah biasa mengadakan touring sekaligus memberi bantuan social seperti ini, kata Joko yang menjadi juru bicara rombongan. Joko menceritakan, pada tahun lalu dirinya bersama club sepeda tersebut mengadakan touring Semarang – Surabaya dan selalu memilih masjid sebagai tempat pemberhentian, lalu memberikan sumbangan berupa sarung untuk takmir masjid itu. Lebih jauh Joko menyampaikan bahwa anggota clubnya didominasi oleh para senior yang sudah berusia enam puluhan. Karenanya mereka sadar untuk mengisi hidupnya dengan berbuat baik kepada sesama, dimanapun mereka berada.

Acara penyembelihan berlangsung sejak pukul 09.30 WIB. Dengan kerja cekatan dan tanpa membuang waktu tim penyembelih berusaha menyelesaikan tugasnya saat adzan shalat dzuhur dikumandangkan. Tinggal menyisakan pembagian sebagian paket daging yang sudah terbungkus rapi. Pembagian daging menjadi 260 paket dari 2 ekor sapi qurban, dibagikan kepada warga kampong Gading, Getasan dan Pandanan, serta sebagian di kirim ke daerah Magelang melalui perwakilan KL Lazismu Magelang yang hadir.

Sebagai penanggung jawab teknis acara tersebut, direktur eksekutif Lazismu Jateng, Alwi Mashuri mengharapkan kebersamaan seperti ini menjadi model pemberdayaan di Jawa Tengah, bukan hanya dalam kegiatan qurban, tapi dalam kegiatan apapun yang dilaksnakan Lazismu semestinya menjalin sinergi, baik antar lembaga dalam naungan daerah sendiri maupun antar daerah. Alwi menambahkan bahwa masih banyak tugas social di masyarakat yang harus diselesaikan menggunakan instrument ZIS (zakat, infaq dan shadaqah). Untuk itulah dirinya berpesan agar lembaga zakat beserta amilnya harus mempersiapkan diri sebaik mungkin guna memberikan pelayanan yang semakin baik terhadap muzaki dan juga mustahiqnya.

Kebersamaan hari itu di tutup dengan makan bersama yang disiapkan oleh warga setempat dengan menu tongseng daging sapi yang dimasak dengan cita rasa gurih dan super pedaas. Sampai ketemu lagi ya di tahun yang akan datang. (Hasan)